Membentuk Pertanyaan Tidak Langsung

Pertanyaan tidak langsung (indirect questions), atau sering disebut embedded questions, adalah kalimat tanya yang diletakkan di dalam kalimat atau frasa lain. Kita menggunakannya dalam situasi formal, ketika berbicara dengan orang asing, atau di lingkungan kerja agar terdengar lebih sopan, santun, dan tidak terlalu menuntut.

1. Frasa Pengantar yang Sopan (Polite Introductory Phrases)

Pertanyaan tidak langsung selalu diawali dengan frasa pengantar yang sopan, seperti:

  • Could you tell me…?
    Bisakah Anda memberi tahu saya…?
  • Do you know…?
    Apakah Anda tahu…?
  • Do you have any idea…?
    Apakah Anda punya ide/tahu…?
  • I was wondering if…?
    Saya bertanya-tanya apakah…?
  • I would like to know…?
    Saya ingin tahu…?

2. Aturan Emas: Susunan Kata Kalimat Pernyataan (Statement Word Order)

Aturan gramatikal terpenting dalam pertanyaan tidak langsung adalah bahwa pertanyaan yang tertanam di dalamnya wajib mengikuti susunan kata kalimat pernyataan (Subject + Verb), bukan susunan kalimat tanya biasa (Verb + Subject).

Selain itu, kita tidak menggunakan kata kerja bantu do, does, atau did.

A. Pertanyaan dengan Kata Kerja “To Be”

  • Pertanyaan Langsung: Where is the bank? (Kata kerja “is” sebelum subjek “the bank”).
  • Pertanyaan Tidak Langsung: Could you tell me where the bank is? (Subjek diletakkan sebelum kata kerja. Tanpa inversi).
  • Salah: Could you tell me where is the bank?

B. Pertanyaan dengan Do, Does, dan Did

Kita menghilangkan kata kerja bantu tersebut lalu mengkonjugasikan kata kerja utamanya:

  • Pertanyaan Langsung: What time does the train leave?

  • Pertanyaan Tidak Langsung: Do you know what time the train leaves? (Kata kerja disesuaikan dengan subjek “the train” menjadi “leaves”).

  • Salah: Do you know what time does the train leave?

  • Pertanyaan Langsung: Why did she go home?

  • Pertanyaan Tidak Langsung: I would like to know why she went home. (Kata kerja berubah ke bentuk lampau / Verb 2).

  • Salah: I would like to know why did she go home.

3. Pertanyaan Ya/Tidak Tidak Langsung: Menggunakan “If” atau “Whether”

Ketika mengubah pertanyaan langsung Ya/Tidak menjadi pertanyaan tidak langsung, kita wajib menyisipkan kata hubung if atau whether (artinya: apakah) untuk menghubungkan frasa pengantar dengan pertanyaan utama.

  • Pertanyaan Langsung: Is he coming to the party?

    • Tidak Langsung: Do you know if he is coming to the party?
    • Tidak Langsung: Do you know whether he is coming to the party?
  • Pertanyaan Langsung: Did they finish the project?

    • Tidak Langsung: Could you tell me if they finished the project?
    • Tidak Langsung: Could you tell me whether they finished the project?

4. Tabel Perbandingan Kalimat Tanya

Pertanyaan LangsungFrasa PengantarPertanyaan Tidak Langsung
Where is the exit?Could you tell me… where the exit is?
What does this mean?Do you know… what this means?
Did he call you?I was wonderingif he called you.

Ini menyelesaikan modul pembahasan Kalimat Tanya (Questions). Selanjutnya, kita akan memulai modul baru mengenai Gerund & Infinitive untuk mempelajari peran bentuk kata kerja yang bertindak sebagai kata benda.