Pengantar Kalimat Tidak Langsung

Kalimat Tidak Langsung biasa disebut juga Reported Speech atau Indirect Speech digunakan untuk menyampaikan kembali apa yang dikatakan oleh orang lain atau diri kita sendiri di masa lalu.

Dibandingkan dengan mengulangi kata-kata seseorang secara persis seperti aslinya (Kalimat Langsung / Direct Speech), kita melaporkan pesan tersebut dengan menyesuaikan tata bahasanya agar sesuai dengan sudut pandang saat ini (Kalimat Tidak Langsung / Indirect Speech).

Sebelum mempelajari rumus-rumus spesifik untuk pergeseran tenses dan pronomina, penting bagi Anda untuk memahami konsep dasar, perbedaan struktural, serta aturan penggunaan kata kerja pelapor.

1. Kalimat Langsung vs. Tidak Langsung

Mari kita bandingkan kedua gaya tersebut:

  • Kalimat Langsung: “I am happy,” John said. (Mengulangi kata-kata persis di dalam tanda kutip).
  • Kalimat Tidak Langsung: John said that he was happy. (Melaporkan pesan tanpa tanda kutip, menyesuaikan kata ganti dan tenses).

Mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung biasanya memerlukan tiga jenis penyesuaian:

  1. Perubahan Tenses: Menggeser bentuk kata kerja satu langkah ke masa lampau (Backshifting).
  2. Perubahan Kata Ganti: Menyesuaikan kata ganti orang agar sesuai dengan sudut pandang pelapor.
  3. Perubahan Waktu dan Tempat: Memodifikasi keterangan waktu (seperti tomorrow) dan tempat (seperti here) agar sesuai dengan konteks baru saat kalimat dilaporkan.

2. Perbedaan Tata Letak dan Tanda Baca

Ketika kita mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung, beberapa perubahan mekanis terjadi:

  • Tanda Kutip: Dalam kalimat tidak langsung, kita menghapus tanda kutip ("...").
  • Tanda Koma: Kita menghapus tanda koma yang memisahkan kata kerja pelapor dengan kutipan ucapan.
  • Huruf Kapital: Kata pertama dalam kalimat yang dilaporkan tidak dimulai dengan huruf kapital (kecuali jika berupa nama orang atau kata ganti “I”).
  • Konjungsi: Kita sering kali menggunakan kata hubung that (bahwa) untuk memperkenalkan kalimat yang dilaporkan (penggunaan that bersifat opsional).

Contoh:

  • Kalimat Langsung: She said, I want to sleep.
  • Kalimat Tidak Langsung: She said that she wanted to sleep. atau She said she wanted to sleep.

3. Kata Kerja Pelapor: Say vs. Tell

Dua kata kerja pelapor yang paling sering digunakan adalah say dan tell. Keduanya mengikuti pola tata bahasa yang berbeda:

A. Menggunakan “Say”

Kita menggunakan say ketika kita tidak menyebutkan pendengarnya (kepada siapa kalimat itu diucapkan) secara langsung setelah kata kerja tersebut.

  • Pola: say + (that) + kalimat
  • Benar: He said he was tired.
  • Salah: He said me he was tired.

Jika kita ingin menyebutkan pendengarnya menggunakan say, kita harus menambahkan kata depan to:

  • Benar: He said to me that he was tired. (Pola ini kurang umum digunakan dalam kalimat tidak langsung sehari-hari).

B. Menggunakan “Tell”

Kita wajib menggunakan tell ketika kita menyebutkan pendengarnya (objek tidak langsung) tepat setelah kata kerja tersebut.

  • Pola: tell + objek + (that) + kalimat
  • Benar: He told me he was tired.
  • Salah: He told he was tired.

C. Perbandingan Say vs. Tell

Kalimat LangsungDilaporkan dengan “Say”Dilaporkan dengan “Tell"
"I am busy,” Mary said.Mary said she was busy.Mary told them she was busy.
”We are lost,” they said to us.They said they were lost.They told us they were lost.
”I will write,” Jack said.Jack said he would write.Jack told me he would write.

4. Ringkasan Perubahan Kalimat

Berikut adalah referensi cepat perubahan utama yang terjadi ketika melaporkan ucapan masa lalu:

Kalimat Langsung (Direct)Kalimat Tidak Langsung (Indirect)
“I like cake.”He said that he liked cake.
”We are playing.”They said they were playing.
”I will call you.”She said she would call me.
”I have finished.”He said he had finished.
Here is the key.”She said the key was there.
”I will do it tomorrow.”He said he would do it the next day.

5. Sub-Materi dalam Modul Ini

Sepanjang modul ini, kita akan mempelajari kalimat tidak langsung secara mendalam melalui empat sub-materi berikut:

  1. Perubahan Tenses (Backshifting): Aturan rinci tentang bagaimana kata kerja bergeser ke masa lampau.
  2. Perubahan Pronomina, Waktu, & Tempat: Menyesuaikan kata ganti orang serta keterangan waktu/tempat untuk menyesuaikan konteks laporan.
  3. Melaporkan Pertanyaan: Mengubah kalimat tanya langsung menjadi pernyataan tidak langsung menggunakan if, whether, dan kata tanya.
  4. Melaporkan Perintah & Permintaan: Menggunakan kata kerja pelapor dengan bentuk infinitif (to dan not to).