Simple Past Future Tense
Simple Past Future Tense atau sering disebut sebagai Simple Conditional Tense digunakan untuk menyatakan tindakan, rencana, atau janji yang dirancang di masa lalu untuk masa depan (dari sudut pandang waktu lampau), atau menyatakan pengandaian tentang peristiwa yang tidak nyata saat ini.
Sama seperti Simple Future, tense ini memiliki dua bentuk utama: menggunakan kata bantu would dan menggunakan struktur was/were going to.
1. Rumus Gramatikal (Hanya Kalimat Positif)
Kategori A: Menggunakan “Would”
Bentuk auxiliary would digunakan secara merata untuk semua subjek. Digunakan untuk kalimat pengandaian, kalimat tidak langsung, dan janji masa lalu.
- Rumus Kalimat Verbal:
Subject + would + Verb 1 + Object / Complement- I would buy that house.
Saya akan membeli rumah itu - jika saya punya uang.
- I would buy that house.
- Rumus Kalimat Nominal:
Subject + would + be + Complement (Adjective/Noun/Adverb)- They would be happy to help.
Mereka akan dengan senang hati membantu.
- They would be happy to help.
Kategori B: Menggunakan “Was/Were Going To”
Bentuk ini menyelaraskan to be masa lampau (was/were) sesuai subjeknya. Digunakan khusus untuk menyatakan rencana atau niat masa lalu yang biasanya batal dilaksanakan.
- Rumus Kalimat Verbal:
Subject + was/were + going to + Verb 1 + Object / Complement- I was going to call you.
Saya tadi berniat meneleponmu.
- I was going to call you.
- Rumus Kalimat Nominal:
Subject + was/were + going to + be + Complement- It was going to be a surprise.
Tadinya itu akan menjadi sebuah kejutan.
- It was going to be a surprise.
2. Penggunaan Detail dan Contoh Kasus
Berikut adalah 4 fungsi utama Simple Past Future Tense beserta contohnya secara terperinci:
1. Rencana atau Niat Masa Lalu yang Batal Terlaksana (Menggunakan “Was/Were Going To”)
Digunakan ketika menceritakan niat, jadwal, atau rencana matang yang kita miliki di masa lalu, tetapi akhirnya terpaksa dibatalkan atau tidak terjadi karena ada halangan tertentu.
- I was going to go to the cinema, but I had to work late.
Tadinya saya berniat pergi ke bioskop, tetapi saya harus bekerja lembur - Rencana batal. - They were going to buy the car, but it was already sold.
Tadinya mereka akan membeli mobil itu, tetapi mobilnya sudah terjual - Rencana batal. - We were going to be late anyway, so we didn’t hurry.
Tadinya kami memperkirakan akan terlambat, jadi kami tidak terburu-buru - Harapan masa lalu.
2. Menyatakan Masa Depan di Masa Lalu dalam Kalimat Tidak Langsung (Menggunakan “Would”)
Digunakan dalam kalimat tidak langsung (reported speech) untuk melaporkan apa yang diucapkan seseorang di masa lampau. Tense ini menggantikan kata “will” dari kalimat langsungnya.
- Direct Speech: “I will travel tomorrow,” said Sarah.
- Reported Speech: Sarah said that she would travel the next day.
Sarah berkata bahwa dia akan bepergian keesokan harinya. - I knew that they would win the match.
Saya sudah tahu bahwa mereka akan memenangkan pertandingan - Keyakinan masa lalu tentang masa depan.
3. Pengandaian Kondisi Masa Kini yang Tidak Nyata (Conditional Sentence Type 2)
Digunakan dalam induk kalimat (main clause) kalimat pengandaian tipe 2 untuk menyatakan apa yang akan kita lakukan seandainya keadaan saat ini berbeda dari kenyataannya.
- If I had a million dollars, I would travel around the world.
Jika saya memiliki satu juta dolar, saya akan bepergian keliling dunia - Faktanya: sekarang saya tidak punya uang sebanyak itu. - If she practiced more, she would play the piano beautifully.
Jika dia berlatih lebih banyak, dia akan memainkan piano dengan indah - Faktanya: dia jarang berlatih. - If they were here, they would be very proud.
Jika mereka ada di sini, mereka pasti akan sangat bangga - Faktanya: mereka tidak di sini.
4. Permintaan atau Penawaran yang Sopan (Menggunakan “Would”)
Digunakan untuk memperhalus keinginan kita agar terdengar sopan dan beretika ketika berbicara dengan orang lain.
- I would like a cup of tea, please.
Saya ingin secangkir teh - Sopan dibanding berkata “I want”. - It would be wonderful if you could help us.
Akan sangat luar biasa jika Anda bisa membantu kami.
3. Penanda Waktu yang Sering Digunakan
Karena tense ini berorientasi pada sudut pandang lampau dan pengandaian, penanda waktunya bersifat relatif:
- The next day (keesokan harinya)
- The following week (minggu berikutnya)
4. Contoh Kalimat Lengkap Tambahan
- I was going to visit you yesterday, but it rained.
Tadinya saya akan mengunjungimu kemarin, tetapi hujan turun - rencana batal. - They promised that they would arrive on time.
Mereka berjanji bahwa mereka akan datang tepat waktu - kalimat tidak langsung. - If I were you, I would accept the job offer.
Jika saya jadi kamu, saya akan menerima tawaran pekerjaan itu - pengandaian. - She would be glad to join our team.
Dia akan sangat senang bergabung dengan tim kami - keinginan sopan. - We were going to pack our bags last night, but we were too tired.
Tadinya kami akan mengemas barang-barang kami tadi malam, tetapi kami terlalu lelah - niat batal.
Selanjutnya, kita akan membahas Past Future Continuous Tense untuk mempelajari cara menyatakan tindakan yang diperkirakan sedang berlangsung secara pengandaian.