Kata Hubung Syarat & Pertentangan
Kita akan menggabungkan dua fungsi kata hubung subordinatif dalam satu materi ini karena keduanya sangat sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Kelompok pertama adalah Condition (Syarat), yang digunakan untuk mengatakan “Jika A terjadi, maka B akan terjadi”. Kelompok kedua adalah Concession (Pertentangan/Pengecualian), yang digunakan untuk mengatakan “Meskipun A terjadi, B tetap terjadi (hal yang tidak terduga)“.
1. Conjunctions of Condition (Syarat)
Kata hubung ini digunakan untuk membuat kalimat pengandaian atau syarat. Tindakan di induk kalimat (Independent Clause) HANYA bisa terjadi jika syarat di anak kalimat (Dependent Clause) terpenuhi.
If (Jika / Kalau)
Ini adalah kata hubung syarat yang paling dasar.
- I will buy a new car if I have money.
Saya akan membeli mobil baru jika saya punya uang. - If it rains tomorrow, we will stay at home.
Jika besok hujan, kita akan diam di rumah.
Unless (Kecuali jika / Jika tidak)
Unless memiliki makna yang sama persis dengan if… not. Ini digunakan untuk memberikan satu-satunya pengecualian agar suatu tindakan TIDAK terjadi.
- You will fail the exam unless you study hard.
Kamu akan gagal ujian kecuali jika kamu belajar keras. (Artinya: Jika kamu tidak belajar keras, kamu akan gagal). - Unless you apologize, I will not speak to you again.
Kecuali jika kamu minta maaf, saya tidak akan berbicara denganmu lagi.
As long as / Provided that (Asalkan / Sepanjang)
Digunakan untuk memberikan syarat yang sangat mutlak. Maknanya sedikit lebih kuat daripada if.
- You can borrow my car as long as you drive carefully.
Kamu boleh meminjam mobilku asalkan kamu menyetir dengan hati-hati.
2. Conjunctions of Concession (Pertentangan)
Kelompok kata ini digunakan untuk menunjukkan dua ide yang bertolak belakang, di mana hasil dari tindakan tersebut sangat mengejutkan atau tidak sesuai dengan ekspektasi.
Although / Even though / Though (Meskipun / Walaupun)
Ketiga kata ini memiliki makna yang sama persis dan bisa saling menggantikan. Even though sedikit lebih kuat secara emosional, sedangkan though lebih sering digunakan dalam percakapan kasual.
- Although it was raining heavily, he still went out.
Meskipun hujan turun sangat deras, dia tetap pergi keluar. (Logikanya, kalau hujan deras orang diam di rumah). - She passed the test even though she didn’t study.
Dia lulus ujian walaupun dia tidak belajar.
While / Whereas (Sedangkan / Padahal)
Digunakan untuk membandingkan dua hal yang sangat berbeda.
- John is very tall, while his brother is quite short.
John sangat tinggi, sedangkan saudaranya lumayan pendek. - He earns a lot of money, whereas his wife doesn’t work.
Dia menghasilkan banyak uang, padahal istrinya tidak bekerja.
Hati-Hati: Although vs. Despite / In spite of
Sama seperti kasus because vs. because of, kita memiliki jebakan yang sama persis di sini! Keduanya berarti meskipun, tetapi secara tata bahasa, penggunaannya sangat berbeda.
-
Although / Even though adalah kata hubung. Harus diikuti oleh kalimat utuh (Subject + Verb).
- Benar: We enjoyed our vacation although it rained. (Meskipun + kalimat utuh).
-
Despite / In spite of adalah kata depan. HANYA BOLEH diikuti oleh Kata Benda (Noun) atau Frasa Benda.
- Benar: We enjoyed our vacation despite the rain. (Meskipun + kata benda).
- Salah: We enjoyed our vacation despite it rained.
Kesimpulan: Gunakan if atau unless untuk memberikan syarat. Gunakan although atau even though untuk menunjukkan sesuatu yang mengejutkan/bertentangan. Dan selalu ingat bahwa although harus diikuti kalimat, sedangkan despite harus diikuti kata benda!