Memahami Kata Kerja Penghubung
Dalam kalimat bahasa Inggris, tidak semua kata kerja bermakna seseorang sedang melakukan sesuatu. Terkadang, kita hanya ingin menjelaskan siapa seseorang itu, apa pekerjaannya, atau bagaimana perasaannya.
Misalnya, dalam kalimat She is smart (Dia pintar), tidak ada tindakan fisik yang terjadi. Kata is di sini hanya berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan subjek (She) dengan penjelasannya (smart). Inilah yang disebut dengan Linking Verbs.
Apa Itu Kata Kerja Penghubung?
Linking Verbs atau kata kerja penghubung adalah kata kerja yang menghubungkan Subjek dengan informasi tambahan tentang subjek tersebut (yang disebut Subject Complement). Informasi tambahan ini bisa berupa Kata Benda (Noun) atau Kata Sifat (Adjective).
Sederhananya, Linking Verbs bertindak seperti tanda sama dengan (=).
- My brother is a doctor. -> My brother = a doctor.
- The soup tastes delicious. -> The soup = delicious.
Daftar Linking Verbs yang Sering Digunakan
Linking Verbs yang paling umum adalah berbagai bentuk dari To Be. Namun, ada juga beberapa kata kerja lain yang bisa berfungsi sebagai Linking Verbs, terutama yang berhubungan dengan panca indra.
1. Bentuk To Be
Ini adalah linking verbs yang paling mendasar dan wajib kamu kuasai. Bentuknya berubah tergantung Tenses (waktu) dan Subjek.
| Kata | Penggunaan / Waktu |
|---|---|
| am, is, are | Masa kini (Present) |
| was, were | Masa lampau (Past) |
| be | Bentuk dasar (setelah modal seperti will, can) |
| been | Bentuk Perfect (setelah have / has / had) |
Contoh kalimat:
- I am a student.
Saya adalah seorang murid. - They were happy yesterday.
Mereka bahagia kemarin. - She will be a great leader.
Dia akan menjadi pemimpin yang hebat.
2. Verbs of Senses (Panca Indra)
Beberapa kata kerja panca indra berfungsi sebagai linking verbs ketika digunakan untuk menjelaskan kondisi subjek, bukan tindakan yang dilakukan subjek.
| Kata | Arti |
|---|---|
| look | terlihat |
| sound | terdengar |
| smell | berbau / tercium |
| taste | terasa (rasanya) |
| feel | terasa (perasaannya) |
Contoh kalimat:
- You look tired.
Kamu terlihat lelah. - This pizza tastes amazing.
Pizza ini rasanya luar biasa. - The music sounds beautiful.
Musiknya terdengar indah.
3. State of Being (Keadaan / Perubahan)
Kata-kata ini menunjukkan suatu keadaan yang terus berlangsung atau sebuah proses perubahan.
| Kata | Arti |
|---|---|
| seem | tampak / kelihatannya |
| appear | muncul / tampak |
| become | menjadi |
| stay | tetap (dalam suatu kondisi) |
| remain | tetap |
Contoh kalimat:
- He became a teacher.
Dia menjadi seorang guru. - The weather remains cold.
Cuacanya tetap dingin. - She seems sad today.
Dia kelihatannya sedih hari ini.
Cara Membedakan Linking Verbs dan Action Verbs
Beberapa kata seperti look, smell, taste, feel bisa menjadi Kata Kerja Penghubung sekaligus Kata Kerja Aksi! Lalu, bagaimana cara membedakannya?
Trik Mudah: Coba ganti kata kerja tersebut dengan kata is, am, are. Jika kalimatnya tetap masuk akal, berarti itu adalah Linking Verb. Jika kalimatnya menjadi aneh, berarti itu adalah Action Verb.
Contoh 1: Taste
- Kalimat: The soup tastes salty.
- Coba diganti: The soup is salty. (Masuk akal! Sup = asin. Maka tastes di sini adalah Linking Verb).
Contoh 2: Taste
- Kalimat: The chef tastes the soup.
- Coba diganti: The chef is the soup. (Tidak masuk akal! Masa koki adalah sup? Maka tastes di sini adalah Action Verb, artinya si koki sedang melakukan tindakan mencicipi sup).
Kesimpulan: Kata kerja penghubung sangat penting untuk mendeskripsikan subjek. Selalu ingat aturan jembatan atau tanda sama dengan (=) untuk memastikan kamu menggunakannya dengan benar!