Kata Hubung Sebab-Akibat

Dalam percakapan sehari-hari, kita sering kali harus memberikan alasan mengapa kita melakukan sesuatu, atau menjelaskan apa akibat dari suatu kejadian.

Untuk merangkai kalimat yang menunjukkan Alasan dan Hasil, kita menggunakan kelompok Conjunctions of Cause and Effect atau kata hubung sebab-akibat.

Ada dua jenis kata hubung dalam kelompok ini:

  1. Kata hubung yang memperkenalkan SEBAB (Alasan).
  2. Kata hubung yang memperkenalkan AKIBAT (Tujuan/Hasil).

1. Menunjukkan SEBAB (Cause)

Kelompok kata ini digunakan untuk menjawab pertanyaan Mengapa? (Why?). Klausa yang mengikuti kata-kata ini adalah alasannya.

Because (Karena)

Ini adalah kata hubung sebab-akibat yang paling umum dan paling kuat. Digunakan untuk memberikan alasan utama atau informasi baru yang belum diketahui oleh pendengar.

  • I didn’t go to school because I was sick.
    Saya tidak pergi ke sekolah karena saya sakit.
  • Because it was raining, the match was canceled.
    Karena sedang hujan, pertandingan dibatalkan.

Perhatikan: Jika Because di awal kalimat, gunakan koma di tengah. Jika Because di tengah, tidak perlu koma.

Since & As (Karena / Berhubung)

Maknanya sama persis dengan because, tetapi since dan as digunakan ketika alasan tersebut sudah diketahui oleh pendengar atau alasannya kurang begitu penting dibandingkan dengan akibatnya.

  • Since you are already here, let’s start the meeting.
    Berhubung (karena) kamu sudah di sini, mari kita mulai rapatnya.
  • We decided to walk as the weather was so beautiful.
    Kami memutuskan untuk berjalan kaki karena cuacanya sangat indah.

Tips: Jangan bingung antara since sebagai waktu (“sejak”) dan since sebagai alasan (“karena”). Konteks kalimat akan memperjelas maknanya.

2. Menunjukkan AKIBAT atau TUJUAN (Effect / Purpose)

Kelompok kata ini digunakan untuk menunjukkan hasil, tujuan, atau niat dari suatu tindakan.

So That (Sehingga / Agar supaya)

Digunakan untuk menunjukkan tujuan dari suatu tindakan. Biasanya diikuti oleh can, could, will, atau would.

  • Please speak louder so that everyone can hear you.
    Tolong bicara lebih keras agar semua orang bisa mendengarmu.
  • I woke up early so that I wouldn’t be late.
    Saya bangun lebih awal agar saya tidak terlambat.

In Order That (Agar)

Ini adalah bentuk yang jauh lebih formal dari so that. Sangat jarang digunakan dalam percakapan kasual, namun sering ditemukan dalam tulisan akademis atau resmi.

  • The government closed the road in order that repairs could be made.
    Pemerintah menutup jalan agar perbaikan dapat dilakukan.

Hati-Hati: Because vs. Because of

Ini adalah kesalahan tata bahasa yang paling sering dilakukan. Keduanya berarti karena, tetapi aturan pemakaiannya 100% berbeda!

  • Because adalah Conjunction. Ia harus diikuti oleh kalimat utuh (Subject + Verb).

    • Benar: We stayed home because it rained. (Karena + kalimat utuh).
  • Because of adalah Preposition. Ia HANYA BOLEH diikuti oleh Kata Benda atau Frasa Benda. Tidak boleh ada kata kerja.

    • Benar: We stayed home because of the rain. (Karena + kata benda).
    • Salah: We stayed home because of it rained.

Hal yang sama berlaku untuk due to (disebabkan oleh), yang juga merupakan preposition dan aturan pakainya sama seperti because of.

  • The flight was canceled due to bad weather. (Disebabkan oleh + kata benda).

Kesimpulan: Gunakan because untuk memberikan alasan yang kuat. Gunakan since/as untuk alasan yang sudah jelas. Gunakan so that untuk menunjukkan tujuan. Dan selalu ingat perbedaan because (diikuti kalimat) dengan because of (diikuti kata benda)!