Second Conditional
Second Conditional (kalimat pengandaian tipe 2) digunakan untuk membicarakan situasi masa kini atau masa depan yang imajiner, sangat tidak mungkin terjadi, hipotesis, atau tidak mungkin terwujud di dunia nyata.
1. Penggunaan Second Conditional
Kita menggunakan Second Conditional untuk:
- Skenario Imajiner: Memimpikan hal-hal yang tidak nyata atau tidak benar terjadi saat ini.
- Kejadian yang Sangat Tidak Mungkin: Situasi dengan peluang terjadi yang sangat kecil.
- Memberikan Saran (Advice): Menempatkan diri Anda di posisi orang lain (menggunakan “If I were you…”).
- Situasi Masa Kini yang Mustahil: Hal-hal yang secara fisik atau keadaan tidak mungkin terjadi saat ini.
2. Rumus dan Struktur
Klausa syarat (if-clause) menggunakan bentuk Simple Past tense, dan klausa utama menggunakan would + kata kerja dasar (Verb 1).
Rumus: If + Simple Past, ... would + kata kerja dasar (Verb 1)
Alternatif: would + kata kerja dasar (Verb 1) + if + Simple Past
Contoh:
- If I won the lottery, I would travel the world. (Kejadian Tidak Mungkin)
Jika saya memenangkan lotre, saya akan bepergian keliling dunia.
Faktanya: saya belum menang dan kecil kemungkinan menang. - If I owned a spacecraft, I would fly to Mars. (Skenario Imajiner)
Jika saya memiliki pesawat luar angkasa, saya akan terbang ke Mars. - If I were you, I would accept the job offer. (Saran)
Jika saya jadi kamu, saya akan menerima tawaran pekerjaan itu.
3. Aturan Penggunaan “Were” (Substring dari To Be)
Dalam bahasa Inggris formal, ketika menggunakan kata kerja to be pada klausa syarat (if-clause), kita menggunakan were untuk semua subjek tata bahasa, termasuk I, he, she, dan it (bukannya was).
- Formal: If I were rich, I would buy a yacht. (Sangat direkomendasikan dalam penulisan formal).
- Informal/Lisan: If I was rich, I would buy a yacht. (Sering terdengar dalam percakapan kasual sehari-hari).
- Selalu “Were” untuk saran: If I were you… (Jangan pernah menggunakan: “If I was you”).
4. Modal Alternatif pada Klausa Utama
Anda dapat mengganti would dengan could (untuk menyatakan kemampuan) atau might (untuk menyatakan kemungkinan) guna memberikan nuansa arti yang berbeda.
- If I had his number, I could call him. (Kemampuan)
Jika saya punya nomornya, saya bisa meneleponnya / akan mampu meneleponnya. - If we went to bed early, we might get enough sleep. (Kemungkinan)
Jika kita tidur awal, kita mungkin mendapatkan tidur yang cukup.