Pengenalan Imbuhan (Affixes): Root, Infleksi, dan Derivasi
Untuk meningkatkan pemahaman kosakata bahasa Inggris ke tingkat mahir, Anda tidak boleh hanya menghafal kata secara utuh. Anda harus mempelajari unit-unit penyusunnya. Cabang ilmu linguistik ini disebut morfologi (studi tentang struktur kata).
Dalam pelajaran ini, kita akan membahas perbedaan mendasar antara roots (akar kata) dan base words (kata dasar), memahami cara kerja imbuhan infleksional dan derisional, serta menguasai aturan ejaan (spelling rules) saat menambahkan imbuhan.
1. Perbedaan Root vs. Base Words
Banyak pembelajar bahasa Inggris bingung membedakan antara root dan base. Meskipun mirip, keduanya memiliki peran yang berbeda:
A. Root Words (Akar Kata)
Root adalah bagian paling dasar dari suatu kata yang tidak dapat dipecah lagi. Root memuat arti inti kata tersebut, tetapi tidak selalu bisa berdiri sendiri sebagai kata mandiri dalam bahasa I nggris. Banyak akar kata bahasa Inggris yang berasal dari bahasa Latin atau Yunani.
- spec (Root Latin bermakna melihat): Tidak bisa berdiri sendiri sebagai kata, tetapi membentuk kata-kata seperti inspect, spectator, respect, dan speculate.
- aud (Root Latin bermakna mendengar): Tidak bisa berdiri sendiri, tetapi membentuk kata seperti audible, audience, audio, dan audition.
- scrib / script (Root Latin bermakna menulis): Membentuk kata scribble, describe, manuscript, dan scribe.
B. Base Words (Kata Dasar Mandiri)
Base adalah kata yang bisa berdiri sendiri sebagai kata yang utuh dan bermakna dalam bahasa Inggris, serta siap menerima awalan (prefix) atau akhiran (suffix).
- act (base word): Bisa menerima imbuhan menjadi actor, active, react, atau action.
- friend (base word): Bisa menerima imbuhan menjadi friendly, friendship, befriend, atau unfriendly.
- agree (base word): Bisa menerima imbuhan menjadi disagree, agreement, agreeable, atau disagreeably.
2. Imbuhan Infleksional vs. Derivasional
Imbuhan (affix) memiliki sifat tata bahasa yang berbeda-beda. Dalam tata bahasa Inggris, afiks dibagi menjadi dua jenis utama:
A. Inflectional Affixes (Imbuhan Infleksional)
Imbuhan infleksional selalu berupa akhiran (suffix). Imbuhan ini tidak mengubah kelas kata (part of speech) dari kata dasar, dan tidak menciptakan arti baru. Fungsinya hanya menyesuaikan kata dasar secara tata bahasa untuk menunjukkan:
- Tenses (lampau, sekarang, sedang berlangsung)
- Jumlah (tunggal, jamak)
- Tingkat perbandingan (komparatif, superlatif)
- Kepemilikan (possesive)
Contoh Suffix Infleksional:
- cat (kata benda) + -s = cats (tetap kata benda, menunjukkan jamak)
- walk (kata kerja) + -ed = walked (tetap kata kerja, bentuk lampau)
- tall (kata sifat) + -er = taller (tetap kata sifat, perbandingan “lebih”)
- John (kata benda) + -‘s = John’s (bentuk kepemilikan milik John)
B. Derivational Affixes (Imbuhan Derivasional)
Imbuhan derivasional bisa berupa awalan (prefix) maupun akhiran (suffix). Imbuhan ini menciptakan kata baru dengan cara:
- Mengubah arti inti kata dasar secara signifikan (misalnya, menjadi lawan kata).
- Mengubah kelas kata (part of speech) dasar tersebut (misalnya, mengubah kata kerja menjadi kata benda).
Contoh Afiks Derivasional:
- happy (kata sifat) + -ness (sufiks) = happiness (kata benda) - Kelas kata berubah!
- organize (kata kerja) + re- (prefiks) = reorganize (kata kerja dengan makna baru: “mengatur ulang”) - Makna berubah!
- create (kata kerja) + -ive (sufiks) = creative (kata sifat) - Kelas kata berubah!
3. Aturan Ejaan Penting saat Menambahkan Sufiks
Menambahkan awalan (prefix) pada kata dasar sangat mudah karena ejaan kata dasar hampir tidak pernah berubah (misalnya: un- + happy = unhappy; dis- + approve = disapprove).
Namun, menambahkan akhiran (suffix) sering kali memicu perubahan ejaan pada kata dasar. Kuasai empat aturan penting berikut untuk menghindari kesalahan ejaan:
Aturan 1: Penghapusan Huruf “E” yang Tidak Berbunyi (Silent E)
Jika kata dasar berakhiran huruf -e yang tidak dibaca, hapus huruf -e tersebut sebelum menambahkan akhiran yang diawali huruf vokal (-able, -ing, -ed, -er, -est, -y). Tetap pertahankan huruf -e jika akhiran diawali huruf konsonan (-ment, -less, -ful, -ly).
- write + -ing = writing (hapus -e)
- hope + -ed = hoped (hapus -e)
- value + -able = valuable (hapus -e)
- hope + -ful = hopeful (tetap pertahankan -e)
- excite + -ment = excitement (tetap pertahankan -e)
Pengecualian: Kata yang berakhiran -ge atau -ce tetap mempertahankan huruf -e sebelum akhiran yang diawali huruf a atau o agar bunyi konsonan di depannya tetap lembut (contoh: manage + -able = manageable; courage + -ous = courageous).
Aturan 2: Perubahan Huruf “Y” Menjadi “I”
Jika kata dasar berakhiran konsonan + y, ubah huruf y menjadi i sebelum menambahkan akhiran apa pun, kecuali akhiran tersebut diawali dengan huruf i (seperti -ing atau -ish).
- happy + -ness = happiness (y menjadi i)
- beauty + -ful = beautiful (y menjadi i)
- reply + -ed = replied (y menjadi i)
- study + -ing = studying (tetap gunakan y agar tidak terjadi penulisan double i)
- play + -ed = played (tetap gunakan y karena huruf sebelum y adalah vokal, bukan konsonan)
Aturan 3: Penggandaan Huruf Konsonan Akhir (Aturan 1-1-1)
Gandakan huruf konsonan paling akhir sebelum menambahkan akhiran yang diawali huruf vokal jika kata dasar memenuhi tiga syarat ini:
- Terdiri dari satu suku kata (atau berakhiran suku kata dengan penekanan kuat).
- Berakhiran pola satu vokal + satu konsonan (kecuali huruf w, x, atau y).
- run (1 suku kata, berakhiran vokal u + konsonan n) + -ing = running (konsonan n digandakan)
- sad (1 suku kata, berakhiran vokal a + konsonan d) + -er = sadder (konsonan d digandakan)
- admit (suku kata terakhir ditekankan, vokal i + konsonan t) + -ed = admitted (konsonan t digandakan)
- help (berakhiran l + p [dua konsonan]) + -ed = helped (konsonan tidak digandakan)
- visit (penekanan bukan di suku kata terakhir) + -ing = visiting (konsonan tidak digandakan)
4. Ringkasan Aturan
Perhatikan tabel ringkasan ini untuk membantu Anda menghafal aturan di atas:
| Kata + Imbuhan | Kategori Imbuhan | Aturan Ejaan yang Digunakan | Hasil Kata |
|---|---|---|---|
| sad + -ness | Derivasional | Tanpa perubahan ejaan (akhiran diawali konsonan) | sadness |
| sad + -est | Infleksional | Penggandaan Konsonan (aturan 1-1-1) | saddest |
| make + -ing | Infleksional | Penghapusan Silent “E” | making |
| like + -ly | Derivasional | Pertahankan “E” (akhiran diawali konsonan) | likely |
| rely + -able | Derivasional | Perubahan “Y” menjadi “I” | reliable |
Sekarang Anda telah menguasai aturan pembentukan kata. Mari pelajari cara menggunakan awalan untuk mengubah arti kata dasar di pelajaran Prefiks (Awalan) Umum.